ISUPUBLIK.ID – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Jaya, Dailami, mengapresiasi langkah inovatif warga Desa Kabong, Kecamatan Krueng Sabee, yang mulai mengembangkan usaha ayam petelur berskala besar melalui Badan Usaha Milik Gampong (BUMG).
Usaha tersebut ditandai dengan berdirinya kandang modern yang kini menampung ratusan ekor ayam petelur. Kehadiran peternakan ini diyakini dapat mendukung ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat di tingkat desa.
“Ini adalah terobosan yang sangat baik. Kita berharap usaha ini tidak hanya memenuhi kebutuhan telur di daerah sendiri, tapi juga bisa mengurangi ketergantungan pasokan dari luar,” ujar Dailami, Senin (25/8/2025).
Lebih lanjut, ia mengatakan kehadiran usaha ayam petelur yang dikembangkan oleh BUMG Desa Kabong juga bisa memenuhi program MBG yang sedang berjalan di Aceh Jaya.
Apalagi telur merupakan salah satu yang di salurkan dalam MBG tersebut sehingga dengan adanya produk lokal kebutuhan pihak pelaksana MBG tidak perlu didatangkan dari luar daerah.
Selain itu, ia melihat di Desa Kabong usaha ayam petelur bukan hanya di kembangkan oleh BUMG namun saat ini warga lain di desa setempat juga sudah mengembangkannya bahkan sudah ada yang telah dipasarkan.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya akan terus memberikan pendampingan dan dukungan teknis agar usaha tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan.
Dengan adanya inovasi ini, Desa Kabong diharapkan bisa menjadi contoh bagi desa lain dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal berbasis gampong.
“Harapan kami adanya usaha seperti ini bisa termotivasi desa lainnya untuk mengembangkan berbagai jenis usaha dalam meningkatkan ketahanan pangan desa,” Ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kabong, Misnar menjelaskan bahwa hasil produksi telur nantinya akan dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar serta disuplai ke pasar-pasar di wilayah Aceh Jaya.
Menurutnya, Selama ini, sebagian besar pasokan telur di pasar Aceh Jaya masih didatangkan dari luar daerah sehingga dengan adanya usaha yang dikembangkan oleh desanya setidaknya bisa memenuhi permintaan pasar yang selama ini kerap kali kesulitan mendapatkan telur.
“Prospek ayam petelur sangat menjanjikan. Selain bisa memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, hasil produksinya juga dapat dipasarkan ke luar desa. Harapannya rakyat semakin sejahtera, desa semakin makmur, dan PAD ikut meningkat,” terangnya. ()
Komentar