ISUPUBLIK.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan hasil pantauan sebaran titik panas (hotspot) di Provinsi Aceh pada Senin, 25 Agustus 2025. Dari pemantauan satelit Terra, Aqua, Suomi NPP, dan NOAA20/VIIRS, terdeteksi 26 titik panas di sejumlah kabupaten/kota.
Berdasarkan data, titik panas tersebut tersebar di beberapa wilayah, di antaranya:
* Kabupaten Aceh Barat: 3 titik panas (Arongan Lambalek dan Meureubo)
* Kabupaten Aceh Besar: 2 titik panas (Blang Bintang dan Kuta Malaka/Kotalee Cot Glie)
* Kabupaten Aceh Jaya 2 titik panas (Teunom)
* Kabupaten Aceh Selatan: 13 titik panas (seluruhnya di Kecamatan Bakongan)
* Kabupaten Aceh Tenggara: 1 titik panas (Lawe Alas)
* Kabupaten Nagan Raya: 3 titik panas (Darul Makmur dan Kuala)
* Kota Lhokseumawe: 1 titik panas (Muara Dua)
* ota Subulussalam: 1 titik panas (Sultan Daulat)
Dari 26 titik panas tersebut, sebanyak 18 titik memiliki tingkat kepercayaan menengah, sedangkan 8 titik lainnya tingkat kepercayaan tinggi.
“Pantauan ini diharapkan menjadi peringatan dini bagi semua pihak agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan di Aceh,” demikian keterangan tertulis BMKG yang dirilis pada Selasa (26/8/2025).
BMKG mengingatkan bahwa keberadaan hotspot ini berpotensi terkait dengan aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sehingga perlu diwaspadai oleh pemerintah daerah dan masyarakat, khususnya di kawasan yang rawan terjadi kebakaran.()
Komentar